The Water-Culture Method For Growing Plants Without Soil

Di Jakarta, saya—yang masih sibuk dengan proses menulis buku mengenai proyek seni yang saya dan kawan-kawan lakukan di Lombok Utara pada Februari lalu—semakin bergairah menyimak perkembangan kegiatan tanam-menanam di rumah Sayurankita di Pekanbaru, Riau. Beberapa tanaman bayi sudah mulai dipindahkan ke dalam instalasi hidroponik, kata Ade. Foto-foto dokumentasinya bisa disimak di Instagram @sayurankita. Sirkulasi visual harian di media sosial milik Sayurankita pun menjadi lebih ramai dari hari-hari biasa.

Kebetulan, saat mencari-cari sumber referensi tentang konsep pemberdayaan—untuk kebutuhan penulisan buku proyek seni yang saya kerjakan sekarang—saya menemukan informasi menarik terkait hidroponik. Ternyata, William Gericke, yang disebut-sebut sebagai penemu hidroponik itu, sempat terlibat skandal sehubungan dengan hasil penelitiannya. Situs web How Stuff Works menyebutkan bahwa Majalah Time pernah memuat berita tentang isu tersebut. Gericke terlibat cekcok dengan pihak University of California Berkeley terkait hasil penelitian tentang hidroponik itu. Gericke bersiteguh bahwa teori hidroponik itu ia temukan di luar jam kerjanya sebagai tenaga peneliti di universitas yang bersangkutan. “Oleh karenanya, dia menolak untuk membagikan apa pun yang berhubungan dengan karya atau penelitiannya, dan keluar dari universitas tersebut sebelum mempublikasikan karya terkenalnya, Complete Guide to Soil-Less Gardening.” Demikian tulis situs tersebut. Belakangan, dua orang ilmuan, bernama Hoagland dan Arnon, mendapat tugas untuk mengulang penelitian hidroponik yang telah dilakukan Gericke. Karya mereka juga salah satu yang sering diacu karena kontribusinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Sayangnya, saya tidak dapat mengakses artikel asli dari Majalah Time yang sedang kita perbincangkan. Tapi saya mendapatkan artikel lain yang memberitakan penemuan Gericke. Artikel yang ditulis dengan intensi yang cukup untuk membuat heboh publik oleh H. H. Dunn ini, dimuat di Popular Science (Oktober, 1929). Dunn menyatakan bahwa proyek penelitian yang dipimpin Gericke menjanjikan emansipasi pagi para petani dan penanam dari liku-liku tanah, musim, dan iklim.

Plant Pills Grow Bumper Crops

Cuplikan halaman dari Popular Science (Oktober, 1929).

“Bebuahan dan sayuran dibuat matang menjelang waktu normal, dan bunga dari berbagai varietas, yang biasa mekar hanya pada pertengahan musim panas, [dapat] disediakan untuk Natal dan Tahun Baru,” tulis Dunn.

Ia juga tak lupa menyebutkan, lima ribu percobaan telah dilakukan selama lima tahun dalam penelitian tersebut, serta mengutip ujaran Gericke sendiri: “Hadiah terbesar bagi sektor pertanian sejak pengetahuan tentang pemupukan tanah dikembangkan.” Bahkan, saat itu, Gericke juga sudah meramalkan bahwa pertanian akan menjadi domain semua orang. Menarik untuk membaca paragraf terakhir dari tulisan Dunn tersebut, yang mana adalah pernyataan dari Gericke sendiri:

“There is now open to the man living on the most remote farm, in the most barren land in the world, the means of providing himself and his community, at low cost, with all the vegetable foodstuffs the climate will permit,” continued Dr. Gericke. “An area less than one-fourth that which, in my boyhood days, supplied the ‘garden truck’ for the family, will produce foodstuffs of variety, quality, quantity and value never dreamed of by the home gardener. Incidentally, the labor required will be only a small fraction of that needed for proper tilling of the soil. This, it seems to me, is the greatest value of the five years of experiments we have been conducting, that millions may be fed from water, on soils that hitherto have produced nothing but an occasional clump of cacti, or a few fig trees.”

Artikel berita yang ditulis oleh Dunn itu sudah dapat diakses oleh publik. Google telah mempublikasikan ratusan seri Popular Science di situs mereka, termasuk untuk edisi Oktober, 1929, yang memuat artikel Dunn itu, berjudul “Plant “Pills” Grow Bumper Crops”.

Nah, kembali ke persoalan skandal hidroponik, kini kita tahu—meskipun tidak secara mendalam—bahwa buku Complete Guide to Soil-Less Gardening ternyata dipublikasikan setelah Gericke tidak lagi bekerja di UC Berkeley. Situs web Sayurankita sudah sempat memuat informasi mengenai akses tautan untuk mengunduh buku tersebut. Lantas, bagaimana dengan hasil penelitian Hoagland dan Arnon yang, nyatanya, juga tak kalah penting itu…?

The water-culture method for growing plants without soil

Halaman depan dari The Water-Culture Method For Growing Plants Without Soil (1938) karya Hoagland dan Arnon.

Tenang! Saya berhasil mendapatkan aksesnya. Buku yang berjudul The Water-Culture Method For Growing Plants Without Soil (terbitan University of California, College of Agriculture, Agricultural Experiment Station, tahun 1938) itu juga telah menjadi domain publik. Situs web Hathi Trust Digital Library memuat tautan unduhannya.

Di dalam kata pengantarnya, C. B. Hutchison, Direktur dari Agricultural Experiment Station saat itu, menyatakan bahwa penelitian dari Hoagland dan Arnon ini merupakan sebentuk penilaian independen untuk meninjau kembali hasil penelitian Gericke, dalam rangka menanggapi banyaknya keraguan yang muncul kemudian, terhadap metode budaya-air sebagai sarana/cara produksi tanaman.

Saya pribadi belum membaca isi buku itu. Akan tetapi, Sayurankita berkomitmen untuk mengulas setiap bagian-bagian penting dari semua sumber yang kami kumpulkan. Sayuran kita akan menerbitkan artikel-artikel review di lain kesempatan, tentunya. Sementara ini, berbagi akses tentang sumber asli, adalah kesenangan tersendiri bagi kami. Semoga pembaca yang budiman berkenan mempelajarinya. Selamat membaca!

Bonus:

Saya juga mendapatkan akses buku lainnya yang juga membahas praktik hidroponik. Buku dalam versi PDF yang saya maksud, berjudul Totally Organic Hydroponic (2004) yang ditulis oleh Paul Wright. Isi buku ini juga menarik. Selain memaparkan konsep dan pengetahuan dasar dan umum tentang pertanian, secara khusus hidroponik, beberapa halamannya dilengkapi dengan ilustrasi dan dokumentasi foto. Buku pegangan yang cukup penting bagi mereka yang berniat untuk memulai eksperimen hidroponik. #asyek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s