Penyakit Karat Daun pada Kopi

ABSTRAK
Permasalahan terbesar pada komoditas kopi adalah rendahnya produktivitas dan kualitas kopi. Salah satu penyebanya adalah tingginya penyakit karat daun (Hemileia vastatrix). Pengendalian karat daun menggunakan varietas toleran untuk jangka lama sering tidak berhasil karena H. vastatrix memiliki daya adaptasi yang tinggi dan cepat membentuk ras baru yang dapat mematahkan gen ketahanan tanaman kopi, sehingga jenis kopi yang sebelumnya tahan menjadi lebih rentan. Pengendalian secara biologis menggunakan jamur Verticilium dapat mengurangi potensi inokulum H. vastatrix sehingga penyakit karat daun pada kopi dapat menurun. Selain itu, kita juga dapat menggunakan bahan alami untuk menurunkan laju perkecambahan jamur H. vastatrix.

 

Kopi merupakan komoditas yang menempatkan Indonesia menjadi produsen ketiga di dunia. Permasalahan terbesar pada komoditas ini adalah rendahnya produktivitas dan kualitas kopi. Salah satu penyebanya adalah tingginya penyakit karat daun (Hemileia vastatrix) yang dapat menurunkan hasil sampai 70% (Mahfud, 2012). Faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan penyakit adalah suhu, kelembaban udara, curah hujan dan sinar matahari. Terdapat 4 cara untuk mengendalikan penyakit karat daun pada kopi, yaitu: (1) penggunaan varietas toleran, (2) pengendalian biologis menggunakan jamur Verticilium, (3) pengendalian secara kimiawi dengan menggunakan pestisida, dan (4) memperbaiki sistem budidaya.

Menurut Halupi (1998), jenis kopi yang lebih tahan terhadap penyakit karat daun adalah varietas robusta. Mahfud (2012) menyatakan bahwa pengendalian karat daun menggunakan varietas toleran untuk jangka lama sering tidak berhasil karena H. vastatrix memiliki daya adaptasi yang tinggi dan cepat membentuk ras baru yang dapat mematahkan gen ketahanan tanaman kopi, sehingga jenis kopi yang sebelumnya tahan menjadi lebih rentan. Hal ini dapat terjadi jika jenis kopi yang toleran ditanam secara terus-menerus dalam hamparan luas. Untuk itu, perlu diketahui alternatif pengendalian lain untuk mengendalikan penyakit karat daun pada kopi.

Pembahasan

Pengendalian secara biologis merupakan pengendalian menggunakan musuh alami. Salah satu musuh alami yang dapat digunakan untuk menekan perkembangan H. vastatrix adalah jamur Verticilium, yaitu jamur hiperparasit yang dapat memarasit jamur parasit lain sehingga dapat mengurangi potensi inokulum.  Agrios (2005) dan Semangun (2009) menyatakan bahwa, dalam patosistem penyakit karat daun kopi, uredospora sebagai inokulum sekunder merupakan penyebab parahnya penyakit. Jika populasi antagonis Verticilium tinggi pada daun dan memarasati uredia dan uredospora, maka kepadatan uredospora (inokulum sekunder) akan menurun sehingga infeksi sekunder juga menurun secara drastis. Uredospora H. vastatrix yang terparasit pertumbuhannya terganggu dan mati, ditandai oleh pertumbuhan jamur Verticillium berwarna putih pada permukaan gejala karat daun (Mahfud et al., 2004).

Menurut Mahfud (2012), penggunaan Verticilium di lapangan memperlihatkan tingkat keberhasilan yang rendah. Hal ini sejalan dengan penelitian Ginting (2008) yang menyatakan bahwa keparahan penyakit pada tanaman kopi yang diperlakukan dengan suspensi konindia Verticilium lecanii dan tanaman kontrol di rumah kaca menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Hasil tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Ginting (2008) menyatakan bahwa suhu yang relatif tinggi di rumah kaca 300 – 400 C menyebabkan perkembangan H. vastatrix terhambat sehingga menyebabkan rendahnya keparahan penyakit, termasuk tanaman kontrol. Data penelitian Capucho (2013) menujukkan bahwa suhu ideal untuk memulai perkecambahan pada H. vastatrix  untuk tanaman kopi berkisar antara 220 – 240 C.

Salah satu aspek yang perlu diketahui, yang memengaruhi keterjadian Verticilium pada kopi, adalah lingkungan. Penelitian Mujim et al. (2005) menunjukkan bahwa faktor naungan relatif lebih penting dibandingkan dengan faktor posisi daun dalam menentukan persentase koloni Verticilium pada daun kopi. Data penelitian Mujim et al. (2005) ini juga menunjukkan  bahwa potensi antagonis Verticilium dapat mengurangi potensi inokulum H. vastatrix meskipun daun telah gugur. Hal ini dapat terjadi karena Verticilium yang bersifat parasit fakultatif, yaitu antagonis yang dapat hidup dari uredospora dan uredium patogen dan dari bahan-bahan organik yang telah mati (Haele, 2000).

Tingkat naungan dan letak daun perlu diteliti karena faktor ini diduga memengaruhi kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan H. vastatrix dan Verticilium. Naungan akan memengaruhi kelembaban nisbi yang juga sangat memengaruhi H. vastatrix dan Verticilium melalui perkecambahan spora, pertumbuhan dan penyebaran jamur. Letak daun berkaitan dengan multifaktor yang menentukan potensi inokulum agensia hayati (Mujim et al., 2005). Data yang  diperoleh dari penelitian Mujim et al. (2005) ini mengindikasikan adanya potensi Verticilium yang berasosiasi dengan H. vastatrix sebagai agen pengendali hayati penyakit karat daun kopi. Verticilium relatif lebih sering terdapat pada pertanaman kopi dengan naungan yang banyak jika dibandingkan dengan naungan yang relatif lebih sedikit dan frekuensi keterjadian koloni Verticilium pada daun yang belum gugur relatif lebih tinggi daripada daun yang gugur.

Pengendalian penyakit karat daun menggunakan pestisida dapat menurunkan keparahan penyakit hingga 64.9% jika diikuti oleh teknik budidaya yang benar, tetapi hanya 20% tanpa diikuti teknik budidaya yang tepat (Arneson, 2003). Menurut Mahfud (2012), pengendalian karat daun menggunakan pestisida, selain membutuhkan biaya yang lebih mahal, juga dapat merusak lingkungan dan meninggalkan residu pada kopi yang akan berbahaya bagi konsumen. Selain itu, pengendalian dengan cara ini juga dapat menyebabkan H. vastatrix menjadi lebih rentan terhadap pestisida yang akan mengancam perkebunan kopi. Untuk itu, diperlukan pengendalian yang lebih tepat guna menekan perkembangan H. vastatrix pada tanaman kopi.

Pereira (2012) melakukan penelitian tentang penggunaan bahan esensial tanaman untuk dapat mengontrol karat daun pada tanaman kopi. Hasil penelitiannya menunjukkan bagaimana perkecambahan H. vastatrix akan menurun dengan meningkatnya konsentrasi aplikasi bahan esensial yang digunakan. Bahan esensial yang digunakan berasal dari tanaman Cinnamon, citronella, Lemongrass, teh, Eucalyptus, dan Thyme. Wilson et al. (1997) menyatakan bahwa kandungan esensial tanaman tersebut mengandung monoterpen yang dapat mencegah perkecambahan dari patogen. Hasil dari penelitian melalui TEM (Transmission Electron Microscopy) dan Germination Test yang dilakukan Pereire (2012) menunjukkan bahwa bahan esensial tersebut dapat mengurangi secara langsung uredospora H.vastatrix, mengurangi infeksi oleh patogen, sehingga mengurangi keparahan penyakit pada tanaman kopi. Penggunaan kandungan esensial pada tanaman ini dapat mengurangi penggunaan pestisida dalam pengendalian penyakit karat daun pada tanaman kopi.

Data penelitian dari Silva et al. (1998) menunjukkan pula bahwa ada hubungan antara kejadian dan keparahan penyakit karat daun pada tanaman kopi. Penelitian yang dilakukan di Florida ini menunjukkan adanya hubungan kejadian penyakit dengan jumlah spora pada tiap daun dan luas area pada daun yang terkena karat daun. Kejadian penyakit memiliki korelasi yang tinggi dengan jumlah spora dan luas daun yang terinfeksi spora H. vastatrix. Memahani hubungan ini akan dapat membantu kita dalam penentuan aplikasi pestisida sebelum terjadi keparahan penyakit karat daun.

Pengendalian karat daun pada kopi juga dapat dilakukan dengan cara memperbaiki sistem budidaya. Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem budidaya ini adalah kebersihan dan sanitasi lingkungan kebun, seperti penyiangan gulma, pembuangan tunas air, pemangkasan, serta pengaturan intensitas cahaya dan naungan. Hal ini berkaitan dengan kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi pertumbuhan H. vastatrix. Lingkungan yang terlalu lembab dan gelap akan lebih cepat memicu pertumbuhan dan perkembangan H. vastatrix (Capucho, 2012). Penerapan sistem budidaya yang baik dan benar dapat menurunkan kerusakan kopi oleh karat daun sampai 64% dan meningkatkan produksi menjadi 80% (Mahfud et al., 2010).

Kesimpulan

Penyakit karat daun pada kopi yang disebabkan oleh Hemileia vastatrix dapat menurunkan hasil mencapai 70%. Pengendalian perkembangan karat daun dapat menggunakan musuh alami, yaitu jamur Verticilium yang akan berkembang sesuai kondisi lingkungan. Jamur Verticilium dapat mengurangi potensi inokulum H. vastatrix meskipun daun telah gugur. Hal ini karena Verticilium yang bersifat parasit fakultatif. Selain itu, perkecambahan H. vastatrix akan menurun dengan meningkatnya konsentrasi aplikasi bahan esensial yang digunakan. Bahan esensial yang dapat digunakan adalah tanaman Cinnamon, citronella, Lemongrass, teh, Eucalyptus dan Thyme. Kandungan esensial tanaman tersebut mengandung monoterpen yang dapat mencegah perkecambahan dari patogen. ***

 

Daftar Jurnal
  1. Mujim S., Ruswandi R., Ginting C., Evizal R. 2005. Asosiasi keterjadian koloni Verticilium dan intensitas naungan serta letak daun kopi. J HPT Tropika. 5(1):32-36.
  2. Pereira RB., Lucas GC., Perina FJ., Alves E. 2012. Essential oils for rust control on coffee plants. Cienc Agrotec. 36(1): 16-24.
  3. Mahfud MC. 2012. Teknologi dan strategi pengendalian penyakit karat daun untuk produksi kopi nasional. Pengembangan Inovasi Pertanian 5(1):44-57.
  4. Ginting C. 2008. Pengaruh infestasi Verticilium lecanii terhadap keparahan penyakit karat daun kopi pada tanaman dan keterjadian koloninya pada daun. J HPT Tropika. 8(2): 132-137.
  5. Silva R., Acuna, Maffia LA., Zambolim L., Berger RD. 1998. Incidence-severity relationships in the pathosystem coffee arabica-Hemileia vastatrix. The American Phytopathological Society. 8(2): 186-188.

 

Daftar Pustaka

Agrios GN. 2005. Plant Pathology. 5th Ed. Alsevier Academic Press. Burlington, MA, 922p.

Capucho AS., Zambolim L., Cabral PGC., Zambolim EM., Caixeta ET. 2013. Climate favourability to leaf rust in Conilon coffee. Australasian Plant Pathol. 42:511-514.

Ginting C. 2008. Pengaruh infestasi Verticilium lecanii terhadap keparahan penyakit karat daun kopi pada tanaman dan keterjadian koloninya pada daun. J HPT Tropika. 8(2): 132-137.

Haele JB. 2000. Diversification and speciation in Verticillium-an over view. Pages 1-14 in: Tjamos, EC., Rowe RC., Haele JB., dan Fravel DR. Eds. Advances in Verticillium: Research and disease management. APS Press. St. Paul. Minnesota.

Halupi R. 1998. Penggunaan bahan tanaman tahan dalam mengendalikan hama penyakit. Kumpulan Materi Pelatihan Pengelolaan Tanaman Kopi. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao, Jember. 12hal.

Mahfud, MC., Nurbanah S, Ismiyati, dan Ardiansyah. 2010. Kajian penerapan teknologi produksi pada usaha tani kopi robusta di lokasi Prima Tani Kabupaten Pasuruan. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian 13(2):141-147

Mahfud MC. 2012. Teknologi dan strategi pengendalian penyakit karat daun untuk produksi kopi nasional. Pengembangan Inovasi Pertanian 5(1):44-57.

Mujim S., Ruswandi R., Ginting C., Evizal R. 2005. Asosiasi keterjadian koloni Verticilium dan intensitas naungan serta letak daun kopi. J HPT Tropika. 5(1):32-36.

Pereira RB., Lucas GC., Perina FJ., Alves E. 2012. Essential oils for rust control on coffee plants. Cienc Agrotec. 36(1): 16-24.

Semangun H. 2000. Penyakit-penyakit Tanaman Perkebunan di Indonesia. Edisi Kedua. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 835hal.

Silva R., Acuna, Maffia LA., Zambolim L., Berger RD. 1998. Incidence-severity relationships in the pathosystem coffee arabica-Hemileia vastatrix. The American Phytopathological Society. 8(2): 186-188.

Wilson CL. et al. 1997. Rapid evaluation of plant extracts and essential oils for antifungal activity againts Botrytis cinerea. Plant Disease. 81 (2): 204-210.

 

Gambar sampul: by Howard F. Schwartz – This image is Image Number 5360398 at Forestry Images, a source for forest health, natural resources and silviculture images operated by The Bugwood Network at the University of Georgia and the USDA Forest Service., CC BY 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=4394853