• Bakureh Dimulai Dari Mamanggia

    Di Solok, ketika seseorang akan baralek maka ia akan mamanggia (mengundang) tetangga dan warga kampung (yang perempuan) untuk bersama-sama membantu memasak di rumahnya.

  • Kesenian sebagai Media Pelestarian

    Bang Ehen memberikan materi terkait Bakureh dari segi penciptaan atau penafsirannya dalam bentuk karya seni Seni Pertunjukan, terkusus ke seni tari.

  • Gotong Royong, Perempuan, dan Kesenian

    Kharisma, salah seorang komposer perempuan dan mahasiswa pasca-sarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpnjang, berbagi pengalamannya tentang proyek seni “Bakonsi”.

  • Buya Khairani: Bakureh adalah Kekuatan Sosial

    Adat hidup di dunia tolong menolong, adat meninggal saling melayat, adat bercukupan saling tenggang rasa, adat kaya saling membantu yang kurang mampu.

  • Metode Penelitian Hingga Bundo Kanduang

    Pada masa dulu, sejauh yang bisa diingat oleh Ibu Suarna, sebelum alek dimulai, keluarga tuan rumah memanggil ke rumah-rumah tetangga dan kerabat, tradisi ini di sebut “maimbau” atau menghimbau atau memanggil.

  • Tradisi Bakureh

    Artikel yang ditulis oleh Elfa Kiki Ramadani ini kami muat kembali di situs web Sayurankita atas izin dari Gubuak Kopi—dengan suntingan pada beberapa bagian tanpa mengubah esensi isi tulisan—untuk menyajikan konteks bagaimana Bakureh Project digagas dan dilaksanakan oleh Gubuak Kopi lewat program Daur Subur.

  • Mak Katik: Melihat Bakureh dalam Sastra

    Mak Katik bercerita mengenai bagaimana adab kita membaca, membaca dalam arti seluas-luasnya, membaca hal tersurat maupun tersirat.

  • Mengawali Bakureh dengan Mengenal Media

    Selain persoalan masak-memasak, bakureh memiliki potensi menarik untuk didalami sebagai sebuah tradisi yang memungkin pertemuan, pesebaran informasi, serta pendalaman nilai-nilai filosofis keadatan.

  • Bikin Rumah Sayur, Edukasi Ibu Rumah Tangga untuk Mandiri

    Aksara Tani tak berbicara banyak tentang teori tanam menanam. Mereka membangkitkan inisiatif warga agar dapat memahami potensi lahannya. Lalu menanam seperti apa yang dilakukan nenek moyang.

  • Pengantar Kuratorial Pameran “Presentasi Publik Aksara Tani Gili Meno”

    Dalam rangka edukasi, Gili Meno menjadi penting sebagai destinasi belajar yang menarik, melihat Meno yang sekarang ini dihuni oleh banyak ras, bahasa, dan asal yang berbeda.

  • Presentasi Publik Aksara Tani; Sebuah Pengantar

    Berbicara tentang ketahanan pangan nasional, tidak terlepas dari membicarakan ketahanan pangan rumah tangga; halaman rumah-lah objek yang paling dekat untuk dikelola memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga.

  • Berburu Harta Karun Gili Meno #2: Mengangsat

    Poster acara dalam rangka proyek Aksara Tani: Berburu Harta Karun Gili Meno #2: Mengangsat.

  • Berburu Harta Karun Gili Meno #1

    Poster acara dalam rangka proyek Aksara Tani: Berburu Harta Karun Gili Meno #1.

  • Presentasi Publik Aksara Tani Gili Meno

    Poster acara dalam rangka proyek Aksara Tani: Presentasi Publik Aksara Tani Gili Meno.

  • Warga Meramu Rasa

    Memasak bersama mampu mengantarkan kita tidak hanya pada persoalan-persoalan dapur, tetapi juga lebih jauh dapat menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, ruang curhat, atau mempelajari dinamika sosial warga.