- Halaman Awal
-
Info Buku Panduan #5
Tinjauan atas buku Nofiandi Riawan, berjudul Step by Step Komplet Membuat Instalasi Aquaponik Portabel [1m²] Hingga Memanen, terbitan PT Agromedia Pustaka, tahun 2016, 66 halaman.
-
Catatan FGD Sayurankita ke-1, Sesi 02
Mengutip penjelasan Otty, media memiliki pengaruh dan daya yang besar untuk membangun wacana-wacana, bahkan dapat mengubah kebiasaan dan budaya masyarakat. Maka, literasi media merupakan ujung tombak yang dapat dilakukan untuk menyentuh setiap lapisan masyarakat dengan pengetahuan dan informasi, agar kita bisa membangun tatanan masyarakat yang peka dengan soal-soal pertanian; kita perlu mengembangkan “literasi pertanian”.
-
Catatan FGD Sayurankita ke-1, Sesi 01
Sayurankita memilih garis aktivisme, memilih peran sebagai mediator, untuk turut berusaha memproduksi dan mendistribusikan pengetahuan mengenai pertanian (atau agrikultural) secara luas dan terbuka kepada masyarakat umum.
-
Info Buku Panduan #4
Tinjauan atas buku Teguh Sutanto, berjudul Rahasia Sukses Budidaya Tanaman dengan Metode Hidroponik, terbitan Bibit Publisher, tahun 2015, 152 halaman.
-
Info Buku Panduan #3
Tinjauan atas buku Kunto Herwibowo & N. S. Budiana, berjudul Hidroponik Sayuran (Untuk Hobi & Bisnis), terbitan Penebar Swadaya, tahun 2015 (Cetakan ke-3), 132 halaman.
-
Info Buku Panduan #2
Tinjauan atas buku Annisa, Febri, dan Leni (Tim Agriflo), berjudul Urban Farming (Bertani Kreatif Sayur, Hias, & Buah), diterbitkan oleh Agriflo pada tahun 2016, berjumlah 116 halaman.
-
Info Buku Panduan #1
Tinjauan atas buku Zulfikar Moesa, berjudul Hidroponik Kreatif: Membangun Instalasi Unik Menggunakan Barang Bekas, diterbitkan oleh Agromedia Pustaka pada tahun 2016.
-
Diskusi Tentang Hidroponik Bersama Pak Dayan
Dengan menanam sendiri (secara hidroponis) di rumah, pengeluaran untuk membeli sayuran bisa dipangkas. Selain itu, kebersihan dan kesehatannya terjamin. “Rasa sayurannya juga lebih renyah daripada sayuran di pasar.”
-
Cerita Lain Kala di Lombok: Diskusi Sore Bersama Pak Juhaidi
Bapak dan Ibu Kadus terlebih dahulu memberikan contoh nyata agar dapat dilihat sendiri oleh warga sehingga pada akhirnya warga dengan kemauannya sendiri ikut menanam karena sudah menyaksikan contoh dan manfaatnya.
-
Yang Saya Bawa dari Kebun Pancoran
Kata Bang Gentong, “Tumbuhan itu adalah tempat penyimpan data, tinggal bagaimana kita menggali data itu untuk menjadi ilmu pengetahuan.”
-
Bunga Telang
Tanaman bunga telang ini bisa Ponik katakan sebagai tanaman ajaib. Alasannya, hampir seluruh bagian tanamannya bermanfaat. Mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan polong. Gak percaya?
-
Rice People (1994)
Neak Sre (atau Rice People), karya Rithy Panh (Kamboja). Diproduksi di Prancis pada tahun 1994, berdurasi 2 jam 5 menit.
-
Pengalaman di Bangsal Menggawe 2017 (Bag. III)
Mereka membuat hal sederhana menjadi istimewa dan penuh arti. Yang membuatnya lebih istimewa lagi, adalah karena seniman-seniman di Bangsal Menggawe 2017 tidak bekerja sendiri, dan bukan bekerja hanya untuk diri mereka. Ada masyarakat dusun-dusun di Pemenang yang memiliki peran dan pengaruh yang besar di balik karya-karya keren para seniman itu. Ah, saya mau angkat topi…
-
Pengalaman di Bangsal Menggawe 2017 (Bag. II)
Dengan kalimat “Berubah atau Punah”, Bang Emet—salah satu seniman undangan dalam program “residensi seniman” untuk Bangsal Menggawe 2017—mengajak para kusir cidomo di Pemenang untuk melihat kembali esensi cidomo sebagai alat transportasi bermartabat sebagaimana mereka dikenal dahulu.
-
Pengalaman di Bangsal Menggawe 2017 (Bag. I)
Bangsal Menggawe adalah pesta rakyat yang diinisasi Pasirputih dengan dukungan warga Pemenang. Dalam merealisasikan dan memeriahkan pesta rakyat itu, Pasirputih mengundang beberapa seniman dari berbagai lokasi (dari dalam dan luar Lombok) untuk tinggal di Kecamatan Pemenang selama lebih-kurang satu bulan, melakukan kegiatan-kegiatan kesenian kolaboratif dan partisipatif bersama warga setempat.
